http://www.radarbanjar.com/berita/index.asp?berita=Utama&id=62974
*Berita Utama*
*Rabu, 10 Januari 2007*
*Dugaan Kuat TKP di Kos-Kosan
** Walikota Banjarbaru Ikut Prihatin*
BANJARBARU- Indikasi tempat kejadian perkara (TKP) adegan film porno yang
diberi judul Gadis Batas Kota (GBK) sepertinya mulai tercium. Ditengarai
berlangsungnya adegan mesum itu di kos-kosan berlantai dua Jl A Yani km 36
belakang Queen Mini Market Simpang Empat Banjarbaru.
Dugaan kuat, pelaku film porno, Nk (16) yang pernah tinggal di Jl Batas Kota
RT 30 B RW 07 Kelurahan Sungai Ulin Banjarbaru tersebut bersama pelaku
cewek, berinisial Tr (19) melakukannya pada akhir Oktober 2006 lalu
Berdasarkan penelusuran Radar Banjarmasin, kos-kosan itu milik At (35) warga
Jl Mistar Cokrokusomo Gang Kasturi Sungai Besar. Dan Tr pernah tinggal di
kos-kosan itu sewaktu bekerja sebagai srorer di sebuah rumah biliar kawasan
Simpang Empat Banjarbaru.
Tr menempati kamar No 2 lantai dua di kos-kosan berjumlah 10 kamar tersebut.
Dan melakukan adegan berdurasi 14,04 menit itu dibantu seorang temannya.
Rumah kos letaknya persis di pertigaan jalan tembus menuju Gang Purnama itu
terbilang strategis, dan cukup "bebas" pasalnya, juga menjadi tempat hunian
mahasiswa yang terkesan apatis."Penghuni kos-kosan itu hanya 1-2 orang yang
kami kenal. Selain banyak orang baru yang silih berganti menempati, juga
jarang sekali bergaul dengan warga sekitar," beber salah seorang warga
sekitar kos-kosan tersebut.
Saat Radar Banjarmasin mengecek kos-kosan itu, tampak sangat kumuh. Tiga
kamar dari empat kamar di lantai dua saat sekarang hanya satu yang tampak
berpenghuni, sehingga terkesan kamar yang kosong sangat kotor.
Kamar yang diduga sebagai tempat memadu kasih sejoli mesum itu, seperti
dibiarkan terbengkalai. Lantai kamar berhamburan sampah, dinding dihiasi
beberap coretan dan pada atap kamar terlihat lubang besar. Sepertinya sudah
memakan waktu bulanan kamar itu ditinggalkan tak terawat.
Kapolresta Banjarbaru AKBP Drs Dadik Soesityo SH melalui Kapolsekta
Banjarbaru, AKP Yudhi Ridarto ketika dikonfirmasi mengaku masih melakukan
penyelidikan lebih lanjut."Untuk kasus ini kami akan lebih hati-hati dalam
melakukan tindakan. Selain terus mengembangkan penyelidikan juga konsisten
mengumpulkan barang bukti," katanya kepada wartawan koran ini dalam satu
kesempatan.
Indikator kuat, kasus ini dapat bersentuhan dengan pasal 281 KUHP, yang
menyebutkan dihukum penjara selama-lamanya 2,8 tahun jika, 1e, barang siapa
sengaja merusak kesopanan dimuka umum. Dan pasal 2e, barang siapa sengaja
merusakan kesopanan di muka orang lain yang hadir tidak dengan kemauannya
sendiri."Kami tak ingin kasus ini terungkap tuntas," tegas Yudhi.
Sementara itu, Beredarnya film porno yang diberi judul Gadis Batas Kota
(GBK) yang disebut-sebut dibuat di Kota Banjarbaru, betul-betul menjadi
pukulan telak. Betapa tidak, aksi amoral berdurasi 14.04 menit yang menjadi
tontonan masyarakat banyak tersebut sudah mencoreng Kota Banjarbaru sebagai
kota pendidikan.
Hal ini dikemukakan Walikota Banjarbaru H Rudy Resnawan kepada wartawan
koran ini, kemarin.
"Saya sangat prihatin, jika benar lokasi 'syuting-nya' di Banjarbaru,
betul-betul memukul kami dan mencoreng citra kota pendidikan," kata Rudy
Resnawan.
Karena itu, sambung dia, diharapkan kepada tokoh masyarakat dan RT-RT agar
lebih memaksimalkan pengawasan di lingkungan masing-masing. Selain itu,
pengawasan terhadap rumah-rumah kos atau rumah warga yang dihuni mahasiswa
dan mahasiswi untuk diberlakukan peraturan yang lebih ketat lagi. Sehingga,
kejadian-kejadian amoral seperti itu bisa dihindari.
"Para pemilik kos juga harus lebih waspada dan mengawasi batas-batas waktu
tamu," kata Rudy.
Walikota terpilih kali kedua ini mengaku belum melihat langsung film yang
menghebohkan warga Banjarbaru tersebut. Namun, beber dia, dari informasi
yang berhasil diterima cukup kuat indikasi aksi amoral itu dilakukan di
salah satu kawasan kos di Banjarbaru.
Selain itu, Rudy Resnawan juga meminta kepada orang tua yang anaknya sedang
mengikuti pendidikan di Banjarbaru untuk lebih waspada. Hal ini bertujuan
agar para orang tua juga mengetahui perkembangan sang anak."Kita harus lebih
perhatian terhadap berbagai aspek demi menyelamatkan anak-anak kita,"
tegasnya.(uni/fuz)
kek apa sih ya? nih videonya.
File: Banjar membara.3gp
DownloadLink: http://rapidshare.com/files/20276703/Banjar_membara.3gp.html
----------------------------------------------------------------------------------------------